Preferensi Buku Bayi dan Balita Dari POV-ku
Hari ini kita bicara tentang buku, ya. Melipir sejenak dari pembicaraan tentang anak dan keluarga.
Aku terpikir topik ini saat melihat bayiku, Ulya, memegang board book yang kubeli sekitar dua tahun lalu. Bahkan saat buku itu kubeli, Ulya belum ada dalam agenda keluarga kami. Hihi.
Sebagai ibu yang punya empat anak dan juga sedikit menyukai buku, aku cukup sering membelikan anak-anak buku. Kadang pergi ke pameran, kadang ke toko buku besar, tetapi belakangan ini aku lebih sering membelinya secara online karena kebetulan aku juga menyambi sebagai reseller buku. Selain membeli buku-buku yang kujual, aku juga sering membeli buku bekas yang dijual di marketplace.
Ya, buku anak bekas. Bukan buku untukku. Tak masalah bukan, membeli buku bekas selagi layak baca? Namun biasanya buku bekas yang kubeli hanya untuk anak-anak yang lebih besar. Jadi tidak kubahas di sini. Pembahasan kali ini kita kerucutkan dulu ke buku untuk bayi dan balita.
Dari sekian banyak jenis buku, untuk bayi dan balita, aku lebih memilih board book.
Bagi teman-teman yang belum familiar, board book adalah buku yang memiliki lembaran kaku dan tebal. Kurang lebih seperti sampul buku hardcover, tetapi bahan tebal dan kaku itu digunakan pada seluruh bagian bukunya.
Ada juga pilihan buku bantal untuk bayi. Buku bantal memang punya kelebihan tersendiri. Bahannya lembut, empuk, ringan, aman untuk dieksplorasi bayi, dan bisa dicuci ketika kotor.
Namun, bagiku, buku bantal biasanya memiliki tulisan yang sedikit, cerita yang sangat sederhana, dan jumlah lembaran yang tidak banyak. Hal ini tentu masuk akal karena kalau terlalu banyak halaman, bentuk bukunya akan menjadi kurang proporsional. Buku bantal juga cenderung membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih banyak karena bentuknya tidak bisa ditumpuk serapi board book. "Bulky" bukan sih, istilahnya?
Sementara itu, board book memiliki kekurangan berat, kaku, dan tidak bisa dicuci. Oleh karenanya, ketika memberikan board book kepada bayi, kita tetap perlu memastikan ukurannya tidak terlalu besar dan bagian sudutnya tidak tajam. Untungnya, board book yang ditujukan untuk bayi biasanya berukuran kecil dengan sudut tumpul sehingga relatif lebih aman.
Kelebihannya, pilihan board book sangat beragam. Ceritanya lebih bervariasi, jumlah halamannya lebih banyak, dan secara visual juga menurutku lebih estetik dan rapi ketika disimpan di rak buku.
Board book juga memiliki masa pakai yang lebih panjang. Board book untuk bayi masih bisa dibaca dari usia bayi sampai balita. Ketika bayi sudah mulai bisa duduk, ia sudah memungkinkan untuk mulai memegang dan melihat buku sendiri. Sudah bisa perpindah dari board book bayi yang mini, ke board book balita. Jadi, satu buku bisa menemani anak melewati beberapa fase usia.
Perawatannya juga mudah. Kalau terkena sisa makanan, air liur, atau debu, biasanya cukup diusap menggunakan tisu basah, lalu dilanjutkan dengan tisu kering. Selesai.
Tidak perlu dicuci seperti buku bantal dan tidak perlu terlalu khawatir kertasnya menjadi lembap atau bernoda seperti pada buku biasa.
Bayi yang masih berada dalam fase oral pun relatif lebih mudah diberikan board book. Bukan berarti bebas dibiarkan menggigit tanpa pengawasan, tetapi karena lembarannya kokoh dan tebal, ia tidak mudah hancur atau sobek seperti kertas tipis.
Ditarik, dilempar, atau dibolak-balik dengan tangan bayi pun insyaallah lebih tahan.
Apakah selalu aman dan tahan pada semua "serangan"? Sayangnya tdak juga.
Umar dahulu cukup sering merusakkan board book-mahal-nya dengan cara menginjak lalu menarik lembarannya. Kalau diperlakukan seperti itu, board book sekokoh apa pun pada akhirnya bisa jebol juga jahitannya.
Dan, ya, masih bisa diperbaiki. Hanya saja, hasil reparasi sendiri dengan alat dan bahan yang terbatas tentu tidak akan sekokoh konstruksi aslinya.
Beberapa teman pernah mengatakan mereka lebih memilih buku biasa untuk balitanya. Tidak perlu buku yang tebal, yang penting anak diawasi agar tidak sampai memakan kertas. Kalau sobek? Mudah saja, tinggal dilakban.
Kuakui, salah satu nilai plus buku biasa adalah simpel dan relatif mudah diperbaiki. Bisa dilem, diberi isolasi, atau pengokot (stapler).
Namun, bagiku sendiri, memberikan bayi dan batita buku tipis berarti aku harus siap menjadi reparator tetap setiap pekan. 😆
Buku tipis memang ringan, murah, dan pilihannya sangat banyak, dan mudah didapatkan di mana pun. Membacakan cerita yang beragam pada bayi dan balita tentu baik untuk perkembangan. Hanya saja perlu pengawasan ekstra pada bayi yang masih fase oral.
Setelah melewati fase tersebut, buku biasa tentu relatif lebih aman untuk diberikan dan dieksplorasi sendiri.
Kembali lagi, kalau konteksnya adalah buku untuk bayi, board book adalah pilihan yang menurutku paling pas.
Aku bahkan masih memiliki board book Jihan seharga Rp 45.000 yang kubeli sekitar 12 tahun lalu. Buku itu sudah beberapa kali kulem dan perbaiki, tetapi sampai sekarang masih sangat bagus dan permukaannya masih mengilap.
Bagiku yang juga alergi debu, mengurus board book terasa jauh lebih mudah dibandingkan buku biasa yang tipis, apalagi yang menggunakan kertas doff. Buku lembafan tipis rasanya tidak pernah benar-benar terbebas dari debu. Ada saja yang terselip di antara halaman dan tidak bisa dilap basah.
Memberikan buku apa pun kepada anak tentu merupakan pilihan dan preferensi masing-masing orangtua.
Di sini aku tidak sedang mengatakan bahwa board book adalah jenis buku yang paling baik untuk semua anak. Aku hanya sedang menjabarkan alasan mengapa, untuk bayi dan balita, aku pribadi lebih memilih board book dibandingkan jenis buku lainnya.
Karena selain bisa dibaca, aku ingin bukunya juga cukup kuat untuk bertahan melewati tangan-tangan kecil yang masih belajar memperlakukan barang dengan lembut.
Dan pada akhirnya, buku itu investasi leher ke atas. Jadi, apapun jenis bukunya, cari bahan yang berkualitas dan tetap rawat dengan baik agar layak "diwariskan" ke adik-adiknya, atau disumbangkan ke orang yang membutuhkannya kelak.
Salam sayang untuk semua ibu yang masih punya kesadaran diri untuk membelikan dan membacakan buku untuk anak. Semoga dari sini kita menumbuhkan generasi cerdas dan gemar membaca.
Yang mau order buku anak, baordbook maupun bukan, bisa ke aku, please. Wkwk. Canda.
Komentar
Posting Komentar