Tak Perlu Berandai-andai
Ada quote yang belakangan sempat dibagikan orang-orang di media sosial. Kurang lebih bunyinya, "orang yang lajang ingin menikah. Sebaliknya, orang yang menikah ingin kembali melajang." Atau dengan narasi yang hampir sama, "semua yang kita pilih kelak akan kita sesali." Aku tercenung. Dengan adanya quote yang membahas hal tersebut, dan banyak orang yang membagikannya, nampaknya fenomena ini bukan hal baru. Dalam kasus lucu-lucuan saja, dulu ketika kita kecil, kita ingin cepat dewasa. Eh, saat dewasa, seperti kena prank , ternyata kehidupan tak semudah itu. Jadi ingin kembali ke masa kecil lagi. Saat sumber kegalauan hanya berpusat pada PR matematika, atau dimarahi orangtua karena kelamaan main maupun kamar berantakan. Intinya, kita memang cenderung memandang rumput orang lain lebih hijau. Padahal, kita nggak tahu, rumput yang kita irikan itu ternyata sintetis. Menurutku, pemikiran seperti ini tidak sepenuhnya salah. Pastinya ada satu-dua trigger yang membuat seseo...