Tips Menulis Dari Seorang Penghobi Bag.2

 Lanjutan dari tulisan sebelumnya

3. Kumpulkan bahan

Ketika mendapat inspirasi dadakan, segera catat dan abadikan. Entah dalam bentuk catatan fisik atau digital, seperti aplikasi Notes di HP atau WhatsApp. Jangan mengandalkan ingatan, karena bisa jadi ide itu akan terhapus seiring banyaknya aktivitas yang kita kerjakan.

Sehari-hari, ada saja pemikiran yang lewat di kepala. Dan itu tidak datang dalam satu waktu. Seorang penulis perlu memiliki bank topik agar tulisan yang dihasilkan menjadi lebih berisi dan berkualitas. Dengan menabung topik dan pembahasan, tulisan juga bisa dikembangkan menjadi lebih panjang.


4. Belajar bahasa

Meski menulis dengan bahasa ibu, kita tetap perlu memperkaya perbendaharaan kosakata. Pelajari bagaimana membuat kalimat efektif, memilih kata dan diksi yang tepat, menggunakan tanda baca dan paragraf, serta memahami penggunaan partikel pun dan aturan kebahasaan lainnya.

Bahasa yang baik dan sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) membuat tulisan menjadi lebih kuat dan mengena.


5. Belajar teknik penulisan

Pelajari bagaimana membuat hook atau pemantik perhatian, menyusun pembuka, mengembangkan gagasan, dan membuat alur lebih mulus dan mengalir.

Percaya atau tidak, kata-kata pada bagian pembuka turut menentukan apakah pembaca ingin melanjutkan ke baris berikutnya atau tidak.

Dalam hal ini, aku pun masih terus berlatih dan mempertajam sense kepenulisanku. Jadi, seiring berjalannya waktu, kian sering mencoba, insya Allah hook tulisan kita makin mulus menarik banyak pembaca. 


6. Berguru

Di masa ini, banyak kelas kepenulisan dibuka dengan beragam pilihan, baik untuk menulis artikel, novel, cerpen, puisi, maupun jenis tulisan lainnya.

Carilah mentor yang sesuai dengan minatmu dan pilihlah yang kompeten di bidangnya. Dengan belajar kepada orang yang lebih berpengalaman, proses belajar kita bisa menjadi lebih terarah dan terukur.


7. Bergabung dengan komunitas

Dengan bergabung ke komunitas, kita akan mendapatkan banyak kawan seperjuangan dan sefrekuensi.

Setidaknya, meskipun masih pemula, kita bisa mendapatkan referensi bacaan, membaca tulisan sesama anggota, dan menawarkan tulisan kita untuk dibaca oleh anggota lain.

Dengan bergabung di komunitas yang sesuai, kita bisa lebih bersemangat dan termotivasi. Kita juga bisa menyimak pengalaman anggota lain dan belajar dari proses yang mereka jalani.


8. Belajar mengedit

Draft pertama yang belum sempurna adalah hal yang sangat wajar. Setelah selesai menulis, beri jeda atau endapkan tulisan selama beberapa hari.

Lalu, baca ulang. Saat itu, seharusnya kita bisa menemukan kekurangan yang sebelumnya luput dari perhatian. Misalnya, typo yang tersembunyi, kalimat yang bertele-tele atau berulang, alur yang kurang rapi, hingga pembahasan yang terlalu melebar.

Dengan mengendapkan tulisan, kita bisa mencoba melihatnya dari sudut pandang pembaca. Kita pun bisa menjadi lebih teliti dan objektif dalam menilai tulisan sendiri.


Itulah beberapa tips yang bisa kubagikan sebagai seorang penghobi. Jelas, kualitas tulisanku masih jauh dibandingkan dengan karya para penulis profesional dan mentor kepenulisan.

Namun, bagi aku dan kalian yang sama-sama masih belajar, mari nikmati proses ini dan menjalaninya dengan penuh suka cita.

Semoga Allah menjadikan segala usaha ini sebagai amal saleh yang berpahala. Selesai. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 Kata-Kata Bahasa Arab Sedih dan Artinya [+Gambar]

Review: All Creatures Great and Small by James Herriot

35 Quotes About Love dan Artinya